Puisi "Segenggam Angan di Tangan Sang Pemimpi"

Updated: Mar 23

Oleh Ketin Tatu Ridja



Kemana sang arang menggertakkan nyali?

Masih sanggupkah kau menopang lelah sang tua?

Masih kau punya hati untuk bergeming disaat tanah muter koyak?

Ke padas ang Tua, mengapa kau tak tinggalkan keringat untuk dipeluh sang muda

Kau masih bisa melihat mereka bertengger dengan lutut tak goyah tapi memangku dagu?


Hei....Kau yang berdiri bagai sang Ksatria.

Ku kira kau masih punya hati untuk memilih sampah yang berserak

Menatap mata yang menatapmu dengan memilin air mata


Untuk kau yang kujunjung

Kita itu, aku, kau dan semua yang kesebut muda

Tersimpan sejuta harapan untukmu


Kau yang besok akan kembali menginjak sabana kering ini

Kau yang akan menabur jagung untuk kau makan

Kau yang kuyakini tidak berdagang warisan leluhur kita

Kau yang kemarin berteriak cinta sumba selamanya


Kubilang padamu hari ini!

Aku, kamu, kita,punya hutang kejayaan kepada Tana Marapu ini

Bila besok pagi fajar menyingsing

Dan kau bangun dengan kuat wanita kayu itu

Kau boyong si kobar api dengan dada kekarmu


Tolong palingkan matamu pada leluhur kita

Lihat rajawali bertengger di bahu mereka

Begitu hangatnya senyum yang tersirat dengan deruan nafas

Kau yang kusebut kita pastas menyaksikan itu

Karena...Kau

Adalah kita yang akan berboyong membawa peti mati berisi surga di Tana Marapu


Kita manusia api

Kita petarung cinta, kemiskian, dengki, amarah, keadilan dan budaya

Kita yang tak kenal lelah, hitam dan gelap

Tak takut panas untuk menyambut besok

Yang tetap bertahan sampai sisa tenaga terakhirmu tak terpakai


Kau yang kusebut mudawan.

Atas nama leluhurku bersumpah

Tana Marapu……

Kau yang dahulu kusanjung, kujanjikan kau akan selalu ku sanjung.

Ini ikhtiar anakmu kepada pendahulu


Selengkapnya silakan klik https://sites.google.com/sumbamedia.net/madingsekolah/puisi?authuser=0

3 views
Catatan
Join our mailing list

copyright 2018 | SumbaMedia HUB

  • Facebook
  • Instagram
  • Pinterest
  • Twitter