Specialty Coffee of Indonesia

Updated: Jun 26, 2019

Organika Aceh Gayo


Gayo terletak di provinsi Aceh Tengah dan Bener Meriah, dataran tinggi yang menjadi tempot kediaman suku Gayo. Pemandangan pegunungan nan hijau, terdiri dari hamparan pohon kopi Arabika dan sebuah danau raksasa "laut tawar" yang tenang, terbentuk oleh letusan gunung merapi puluhan ribu tahun silam menjadi sentra dari kopi Gayo yang berpusat di kota Takengon. Tradisi menanam kopi secara organik turun temurun dan tumbuh teduh di tanah vulkanik yang subur bernaung diantara pepohonan pada ketinggian mulai dari 1.250 mdpl.


Organica Gayo berkarakter herbal, fruity, kental, padat berisi, keasaman sedang, antar rasa sangat seimbang, menjadi kopi patokan standar citarasa yang menjadi incaran peminum lokal dan internasional.


Sumatera Mandheling


Mandheling adalah nama suku Batak yang bermukim di Sumatera Utara seputar danau Toba juga nama dagang kopi Sumatera Utara. Kopi di Sumatera mulai dikembangkan awal abad 18, Padang adalah pusat perdagangan kopi Sumatera. Kopi kemudian menyebar naik ke dataran tinggi dipedalaman Sumatera diantaranya Ankola, Mandheling/Mandheling, Lintong, Dairi, Karo sampai Aceh.

Pedagang kopi dunia sudah lama mencatat Mandheling sebagai salah satu kopi terbaik dalam daftar belanja karena karakter rasa unik yang tidak dijumpai di kopi produksi negara lain, rahasianya adalah kopi Mandheling diolah dengan cara semi wash dan giling basah/wet hulling, sehingga menghasilkan kenang rasa yang lebih lama dari kopi lainnya. Mandheling juga menjadi kopi pillhan untuk Espresso Blend.


Kopi Mandheling bercitarasa rempah yang kuat, asam sedang, sangat kental, kenang rasa yang lama.


300 Years Of Java


Kopi Arabika bermula dari Abyssinia dan Ethiopia, dikembangkan oleh Arab dan dibawa oleh peziarah Mekah dari India. Tahun 1692 pemerintah kolonial Belanda sudah memulai misi penanaman kopi di pulau Jawa jauh sebelum Brazil, Kolombia dan Vietnam mengenal kopi, Jawa memegang peranan penting dalam perdagangan kopi dunia selama puluhan dekade. Arabika Jawa ditanam mulai dari dataran rendah Batavia berkembang keseluruh daratan pulau Jawa. Karena dampar perubahan iklim, Kopi Arabika peninggalan kolonial yang tersisa sedikit dan berpusat di dataran tinggi Jawa Timur gungung Ijen yang disebut dengan "Java Estate Coffee". Kini kopi Jawa dikembangkan ulang hanya di dataran tinggi saja, seperti Sunda Parahyangan Jawa Barat, Sindoro Sumbing Jawa Tengah dan dataran tinggi lainnya. Citarasa kopi Jawa adalah rasa kakao dan kacang-kacangan.


Bersambung...

22 views

Recent Posts

See All

Puisi "Generasi Perkasa Sejuta Asa"

oleh Inge Putri Dimamesa - Peserta Lomba Menulis Puisi SumbaMedia HUB 2019 Sumba membutuhkan penerus Generasi yang tak kenal takut Berjuang hadapi panas Membangun Sumba dengan semangat Kain pakaian ke

Catatan
Join our mailing list

copyright 2018 | SumbaMedia HUB

  • Facebook
  • Instagram
  • Pinterest
  • Twitter