Belajar dari BANYUWANGI KINI

Updated: Aug 12, 2019

Dulu Banyuwangi hanyalah daerah singgah Wisatawan saat menuju Bali melalui jalan darat, disinggahi karena terpaksa dan mendesak misalnya menunggu jadwal penyeberangan kapal. Dulu Banyuwangi juga memiliki predikat negatif misalnya tempat santet ataupun "pemasok" oknum kriminal ke Bali dan lain sebagainya.

Kini Banyuwangi tertata, berkonsep dan menjadi tujuan wisatawan (domestik & mancanegara). Sejak 2010, dibawah kepemimpinan Bupati Azwar Anaz Banyuwangi berupaya mencari sisi positif dan potensi Banyuwangi kemudian mengembangkannya.

Pengembangan dan penataan dengan memberi peran desain pada penataan Banyuwangi mengajak Arsitek Andra Matin, Budi Pradono, Adi Purnomo, Yori Antar dan Gregorius Supie Yolodi untuk berkolaborasi mulai dari Gerbang Daerah (Bandara Banyuwangi, Terminal Pariwisata Terpadu), Fasilitas Wisata Alam (Grand Watu Dodol), Akomodasi (Sahid Osing Kemiren Banyuwangi, Hotel Blambangan), Fasilitas Olahraga (Stadion Diponegoro Banyuwangi, Tribune Lapangan Atletik Tawangalun, Dormitory Atlet, I Shelter), Kawasan Pendopo Sabha Swagata Blambangan (Pendopo Sabha Swagata, Guest House Pendopo, Lanskap Pendopo, Musala Pendopo), Ruang Publik (Taman Blambangan, Taman Kedayunan, Taman Sayu Wiwit) hingga Fasilitas untuk Masyarakat (Gedung Juang '45 Banyuwangi, Rektorat Poliwangi).


GERBANG DAERAH


Menghadirkan bandara yang representatif sebagai gerbang pertama yang dapat menciptakan impresi awal terhadap Banyuwangi, tidak seperti bandara lainnya di Indonesia yang didominasi oleh material kaleng (besi, aluminium, dan lainnya) Bandara Banyuwangi didominasi oleh material beton, kayu mulai dari plafond, kusen hingga pada kursi ruang tunggunya, Arsitek Andra Matin juga menghadirkan elemen air dan lanscape yang terdesain pada Bandara Banyuwangi.

Bandar Udara Banyuwangi Karya Arsitek Andra Matin

Ruang Tunggu di Badar Udara Banyuwangi

Terminal Pariwisata Terpadu sebagai fokus gerbang daerah melalui moda transportasi darat yang mengintegrasikan fungsi sebagai Travel Information Center, Agen Perjalanan, Pusat Jajanan dan Oleh-oleh, Pasar Buah khas Banyuwangi, Food Court dan penginapan tipe dormitory bagi Wisatawan.


Desain Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi Karya Andra Matin


Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi dalam proses pengerjaan

Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi dalam proses pengerjaan

FASILITAS WISATA ALAM


Dengan wilayah kabupaten terluas di Jawa Timur, bahkan di Pulau Jawa. Kabupaten Banyuwangi memiliki kekayaan alam yang sangat variatif. Kabupaten Banyuwangi memiliki tiga taman nasional dan garis pantai yang mencapai 175 kilometer. Keunikan fisik alam Banyuwangi juga terlihat dari kedekatan antara puncak gunung dengan lepas pantai yang menghadap ke selat Bali. Tidak dapat dipungkiri, sektor pariwisata alam menjadi salah satu potensi yang dimiliki Banyuwangi untuk dapat dikembangkan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan potensi tersebut dengan mempersiapkan infrastruktur yang optimal agar wisatawan dapat menikmati kekayaan wisata alam Banyuwangi dengan maksimal.



Grand Watu Dodol Banyuwangi karya Budi Pradono

Grand Watu Dodol Banyuwangi

Grand Watu Dodol Banyuwangi

Grand Watu Dodol Banyuwangi

AKOMODASI


Akomodasi merupakan salah satu elemen paling utama dalam sebuah destinasi wisata. Sebagai daerah yang sedang memperbaiki citra dan mempersiapkan diri sebagai tujuan wisata unggul, Banyuwangi serius memenuhi kebutuhan akomodasinya. Bupati Azwar Anas menetapkan hotel-hotel milik pemerintah menjadi standar pengembagan hotel bagi investor yang ingin mengembangkan sektor hospitality di Banyuwangi.


Salah satu ciri khas Kabupaten Banyuwangi adalah keberadaan masyarakat suku Osing sebagai penduduk asli Banyuwangi. Dengan kesenian dan arsitektrunya yang unik, keberadaan suku Osing di Banyuwangi menjadi daya tarik tersendiri. Seiring dengan aktif diadakan berbagai festival di daerah ini, salah satu bentuk akomodasi yang berkembang pesat dan paling diminati adalah homestay yang dalam perkembangannya kemudian Pemerintah membangun villa dan hotel sebagai akomodasi alternatif untuk memperluas jangkauan wisatawan salah satunya adalah villa dan penginapan di desa Kemiren yang didesain oleh Arsitek Andra Matin dan dikelola oleh pihak swasta (Sahid Hotel & Resort) yang diberi nama 'Sahid Osing Kemiren Banyuwangi'.


Sahid Osing Kemiren Banyuwangi

Sahid Osing Kemiren Banyuwangi

Sahid Osing Kemiren Banyuwangi

Sahid Osing Kemiren Banyuwangi

Sahid Osing Kemiren Banyuwangi

Selain Sahid Osing Kemiren Banyuwangi, Andra Matin juga berkontribusi pada proses desain dan renovasi Hotel Blambangan yang dulunya memiliki reputasi kurang baik namun Hotel Blambangan kini dapat bersaing dengan bisnis hospitality lain di Banyuwangi.


Hotel Blambangan

Hotel Blambangan


Hotel Blambangan

Hotel Blambangan

Hotel Blambangan

Hotel Blambangan

Hotel Blambangan

FASILITAS OLAHRAGA


Pertandingan olahraga antar daerah, terlebih yang bertaraf internasional merupakan kesempatan untuk memperkenalkan sebuah daerah kepada banyak orang. Banyuwangi mendapat kesempatan saat ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada tahun 2015 yang lalu. Sejak 2012 juga Banyuwangi dipilih menjadi salah satu lokasi pertandingan sepeda internasional dibawah Union Cycliste Internationale yang diberi tajuk Tour de Ijen. Membangun fasilitas olahraga juga adalah upaya mendukung upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya generasi muda Banyuwangi.


Stadion Diponegoro Banyuwangi Karya Arsitek Budi Pradono

Stadion Diponegoro Banyuwangi Karya Arsitek Budi Pradono

Tribune Lapangan Atletik Tawangalun Karya Arsitek Budo Pradono

Tribune Lapangan Atletik Tawangalun Karya Arsitek Budo Pradono

Dormitory Atlet Karya Arsitek Budi Pradono

Dormitory Atlet Karya Arsitek Budi Pradono

Salah satu pencapaian paling signifikan oleh Kabupaten Banyuwangi sebagai hasil dari perbaikan citra daerah adalah penyelenggaraan Tour de Ijen. Perhelatan balap sepeda dibawah Union Cycliste Internationale ini menjadi indikasi bahwa Kabupaten Banyuwangi memenihi standar untuk menggelar ajang balap sepeda tingkat dunia, salah satu dari infrastruktur itu adalah shalter atau checkpoint.


I Shelter atau Checkpoint Karya Budi Pradono

KAWASAN PENDOPO SABHA SWAGATA BLAMBANGAN


Pembaharuan citra Kabupaten Banyuwangi yang terlaksana pertama kali adalah pada Kompleks Pendopo Sabha Swagata. Bersama Arsitek Adi Purnomo dan Andra Matin kompleks yang tadinya kumuh, tertutup dan tidak mencerminkan kewibawaan Pemerintah berubah total. Bukan hanya menjadi asri, hijau, dan berisi bangunan dengan arsitektur yang ikonis, kompleks pendopo juga berubah menjadi ruang publik.


Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Replika Rumah Osing di Kawasan Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Musala di Kawasan Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Guest House di Kawasan Pendopo Sabha Swagata Blambangan

RUANG PUBLIK


Kehadiran ruang publik yang fungsional merupakan elemen penting disuatu area perkotaan namun terkadang ruang publik hanya menjadi area resapan air hujan. Kalaupun berfungsi sebagai taman yang sering ditemui sebagai masalah adalah tertutupnya taman oleh pagar, atau tidak adanya pemicu aktivitas didalam taman sehingga malah berpotensi menjadi ruang negatif. Sejak dipimpin Bupati Azwar Anas, Banyuwangi mulai memiliki ruang publik yang fungsional. Kebanyakan ruang publik diadakan pada ruang terbuka hijau (RTH) yang ditata untuk mendukung aktivitas warga.

 


Taman Blambangan, Kolaborasi Arsitek Adi Purnomo, Yori Antar, Gregorius Supie Yolodi

Taman Blambangan, Kolaborasi Arsitek Adi Purnomo, Yori Antar, Gregorius Supie Yolodi

Pelebaran jalur pejalan kami dan pembongkaran pagar memberi efek yang signifikan dalam mengubah citra taman

Culture Everyday adalah salah satu event yang penyelenggaraanya dilaksanakan di Taman Blambangan

Taman Kedayunan Banyuwangi

Taman Sayu Wiwit Banyuwangi

FASILITAS UNTUK MASYARAKAT


Tari Gandrung Banyuwangi

Pembangunan berwawasan ekoturisme di Banyuwangi dimaksudkan agar masyarakat setempat dapat turut memperoleh keuntungan dari berkembangnya daerah tersebut. Pembangunan ini dimaknai dengan pemerataan penyediaan fasilitas yang bukan hanya berfokus pada kenyamanan wisatawan sebagai komoditas pariwisata, namun juga kesejahteraan hidup masyarakatnya. Untuk itu, fasilitas untuk masyarakat juga turut dikembangkan dengan desain yang baik.

Fasilitas untuk seni, budaya dan pendidikan merupakan salah satu fokus pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Harapannya seluruh masyarakat dapat melihat dan merasakan pembaharuan yang dilakukan pemerintah terhadap Banyuwangi. Dengan memperoleh akses pada fasilitas yang didesain dengan baik, wawasan dan apresiasi masyarakat terhadap desain dapat ditingkatkan, khususnya terhadap lokalitas yang diterjemahkan secara kontemporer seperti yang diterapkan pada Gedung Juang '45 Banyuwangi dan Rektorat Poliwangi.

41 views
Catatan
Join our mailing list

copyright 2018 | SumbaMedia HUB

  • Facebook
  • Instagram
  • Pinterest
  • Twitter