Belajar dari BANYUWANGI KINI

Updated: Jan 11, 2021

Dulu Banyuwangi hanyalah daerah singgah Wisatawan saat menuju Bali melalui jalan darat, disinggahi karena terpaksa dan mendesak misalnya menunggu jadwal penyeberangan kapal. Dulu Banyuwangi juga memiliki predikat negatif misalnya tempat santet ataupun "pemasok" oknum kriminal ke Bali dan lain sebagainya.


Kini Banyuwangi tertata, berkonsep dan menjadi tujuan wisatawan (domestik & mancanegara). Sejak 2010, dibawah kepemimpinan Bupati Azwar Anaz Banyuwangi berupaya mencari sisi positif dan potensi Banyuwangi kemudian mengembangkannya.



Pengembangan dan penataan dengan memberi peran desain pada penataan Banyuwangi mengajak Arsitek Andra Matin, Budi Pradono, Adi Purnomo, Yori Antar dan Gregorius Supie Yolodi untuk berkolaborasi mulai dari Gerbang Daerah (Bandara Banyuwangi, Terminal Pariwisata Terpadu), Fasilitas Wisata Alam (Grand Watu Dodol), Akomodasi (Sahid Osing Kemiren Banyuwangi, Hotel Blambangan), Fasilitas Olahraga (Stadion Diponegoro Banyuwangi, Tribune Lapangan Atletik Tawangalun, Dormitory Atlet, I Shelter), Kawasan Pendopo Sabha Swagata Blambangan (Pendopo Sabha Swagata, Guest House Pendopo, Lanskap Pendopo, Musala Pendopo), Ruang Publik (Taman Blambangan, Taman Kedayunan, Taman Sayu Wiwit) hingga Fasilitas untuk Masyarakat (Gedung Juang '45 Banyuwangi, Rektorat Poliwangi).


GERBANG DAERAH


Menghadirkan bandara yang representatif sebagai gerbang pertama yang dapat menciptakan impresi awal terhadap Banyuwangi, tidak seperti bandara lainnya di Indonesia yang didominasi oleh material kaleng (besi, aluminium, dan lainnya) Bandara Banyuwangi didominasi oleh material beton, kayu mulai dari plafond, kusen hingga pada kursi ruang tunggunya, Arsitek Andra Matin juga menghadirkan elemen air dan lanscape yang terdesain pada Bandara Banyuwangi.


Bandar Udara Banyuwangi Karya Arsitek Andra Matin
Bandar Udara Banyuwangi Karya Arsitek Andra Matin

Ruang Tunggu di Badar Udara Banyuwangi
Ruang Tunggu di Bandar Udara Banyuwangi

Terminal Pariwisata Terpadu sebagai fokus gerbang daerah melalui moda transportasi darat yang mengintegrasikan fungsi sebagai Travel Information Center, Agen Perjalanan, Pusat Jajanan dan Oleh-oleh, Pasar Buah khas Banyuwangi, Food Court dan penginapan tipe dormitory bagi Wisatawan.


Desain Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi Karya Andra Matin
Desain Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi Karya Andra Matin